Ini dia Seluk Beluk dan Prospek Jurusan Farmasi


Review, Jurusan Farmasi, TadribPTN, Try Out, Online, SBMPTN


Farmasi? Farmasi itu jurusan apa sih? Farmasi seperti kedokteran bukan? Pertanyaan seperti itu yang biasanya muncul di benak anak lulusan SMA. Farmasi itu jurusan yang mempelajari seluk beluk obat, cara membuat obat, intinya tentang obat-obatan. Lebih banyak bahas kimia, biologi, fisika, matematika juga dibahas. Namun, porsinya lebih banyak yang kimia ketimbang yang lain. Waktu tingkat 1 memang lebih banyak materi dari SMA yang dibahas, tapi ketika tingkat 2 sudah mulai dijejali dengan materi tentang kefarmasian seperti sejarah farmasi pada zaman dahulu.

Farmasi seperti kedokteran gak sih? Gimana ya. Sebenarnya untuk tingkat kesulitannya bisa disamakan dengan kedokteran, tetapi kalo farmasi lebih banyak membahas obat ketika ada di dalam tubuh manusia, sedangkan kedokteran mebahas anatomi tubuh manusia secara mendalam. Masa pendidikan jurusan farmasi itu empat tahun untuk Strata 1 dan dua tahun untuk profesi apoteker. Bedanya farmasi dengan apoteker itu kalo baru lulus S1 itu gak boleh jadi penanggung jawab apotek, sedangkan yang sudah menjalani profesi apoteker bisa menjadi penanggung jawab apotek dan bisa mempunyai apotek sendiri.

Farmasi itu punya surat cinta khusus dari para dokter yaitu resep. Tulisan dokter yang mirip seperti sandi rumput harus diterjemahkan oleh farmasis dan tidak boleh salah membaca resep. Salah membaca resep maka fatal akibatnya terhadap pasien. Farmasi dan kedokteran itu berkesinambungan, kedokteran yang membuat resep dan farmasi yang menerjemahkan resep tersebut. Jadi aku mau milih kedokteran aja ah? Ya bukan gitu juga, farmasi itu setara dokter. Eh ada yang bilang juga, katanya farmasi semacam pilihan buat yang gak keterima kedokteran. Gak juga, banyak dari mereka yang sengaja lebih memilih farmasi daripada kedokteran.

Mahasiswa farmasi waktunya lebih banyak di laboratorium. Ibaratnya dari sebelum matahari terbit sampai matahari terbenam ada di laboratorium. Praktikumnya macam-macam, dari anatomi fisiologi manusia, kimia organik, biokimia, farmakologi, farmakognosi, ilmu resep, fitokimia, dan masih banyak lagi. Jadi gak heran kalo mahasiswa farmasi itu kurang piknik. Buat piknik aja waktunya colong-colongan sama pretest dan laporan. Tapi praktikumnya dijamin gak bakal bosen, pasti ada saja hal unik yang ditemukan saat praktikum. Oh iya, katanya belum jadi anak farmasi kalo belum mecahin alat praktikum. Tau sendiri lah alat praktikum harganya seberapa, mahal banget.

Eh tau gak sih, mahasiswa farmasi itu idaman banget loh. Kalo sakit gak usah ke dokter, tinggal minta rekomendasi obat dari apotekernya aja. Terus nih, mahasiswa farmasi kebanyakan jomblo. Ya elaah, gimana mau mikirin urusan hati, mikirin laporan praktikum aja nyampe mumet. Makan tidur gak pernah teratur. Tapi kalo udah ada yang nemuin jodohnya ya biasanya sesama mahasiswa farmasi kalo gak ya kedokteran lah pasti awet karena mereka udah saling mengerti kesibukannya kaya gimana. Populasi cowo mahasiswa farmasi itu tipis, lebih banyak cewenya dalam satu kelas. Jadi bisa aja sih kalo 1 cowo punya beberapa cewe sesama mahasiswa farmasi juga. Mahasiswa farmasi itu kece-kece loh. Karena mereka dituntut buat meyakinkan pasiennya. Sedangkan hal yang pertama dilihat pasien itu ya tampilannya. Jadi mesti jaga banget penampilannya, gak boleh penampilan urakan juga.

Jadi, buat kalian yang masih bingung nanti kuliahnya mau ambil apa. Farmasi bisa jadi pertimbangan kok. Prospek kerjanya gak cuma di apotek saja, kita bisa bikin suatu kosmetik sendiri dan kalo laku di pasaran kita juga bisa jadi pembisnis juga. Lulusan farmasi juga bisa kerja di pabrik-pabrik obat kesehatan bahkan di BPOM pun bisa. Intinya sih, farmasi punya prospek yang menjanjikan buat mereka yang mau bersusah payah dahulu. Semangaattt ! Ditunggu di farmasi.





Review, Jurusan Farmasi, TadribPTN, Online, Try Out, SBMPTN
Amelia Rahmawanti
Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto


Previous
Next Post »
Thanks for your comment